Hidup yang kita inginkan, di samping yang berkecukupan, tentu juga yang penuh berkah. Dan perasaan bahagia pasti ingin menyelimuti hati kita meskipun hidup kita tidak bergelimang harta, karena apakah hanya dengan harta kita bisa bahagia? Tentu tidak!
Setidaknya bahagia itu bisa kita peroleh di saat kita mau mensyukuri karunia-Nya yang terlimpah kepada kita tiada henti. Dan juga menjadikan Dia, Sang Pencipta, selalu menyertai semua langkah kita.
Kita bisa melakukannya dengan menyertakan nama-Nya di setiap aktivitas kita. Kita sebut nama-Nya setiap kita hendak memulai seluruh aktivitas hidup kita, semuanya, dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Ya… betul sekali, kita membiasakan diri membaca “basmallah” di awal setiap langkah hidup kita. Bacaan basmallah atau “Bismillaahirrahmaanirrahiim” kita baca di setiap akan melakukan aktivitas sehari-hari selama kita menjalani anugerah waktu.
Bangun tidur, bismillah… mau makan, bismillah… berangkat kerja atau kuliah, bismillah… memulai kerja, bismillah… mau tadarus Al Qur’an, bismillah… mau masak, bismillah… mencuci pakaian, bismillah… belajar, bismillah… mau menulis artikel, bismillah… mau menyapu lantai, bismillah… mau sedekah, bismillah… dan lain-lain, buaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak sekali kegiatan kita [“a”-nya banyak, artinya banyaaaak dikuadratkan…]. Pendek kata, apa pun kegiatan kita, semuanya kita awali dengan “bismillah…”
“Wah, jadi semuanya bismillah dulu ya Mas?”
“He… eh!” (ngangguk).
“Terus, mau pacaran juga bismillah dulu dong Mas…?”
Toeoeeoeoeeng…! (mataku melotot… yang satu melirik ke kiri, satunya lagi ke kanan…)
“He..he..he.. Sejak kekasih saya pergi… eh, maksud saya… sejak teman saya mau pacaran terus baca bismillah… eh, dia malah tobat… jadi ingat Allah. Dia pun tidak jadi pacaran…”
“Hmm… jadi, pacaran = dosa, tapi pacaran = enak kan…? Yah, pacaran = dosa yang enak…”
“Memang ada dosa yang tidak enak?”, tanyaku.
“Ada Mas… Itu… ada maling (pencuri) yang nyuri anak ayam tetangga, tapi ketahuan yang punya, akhirnya dia dipukuli ramai-ramai…”
“Sampai mati nggak?”
“Tidak Mas, tapi setengah mati… babak belur…!!”
“Hmm… itu baru mau nyuri anak ayam ya… Lha, kalau yang dicuri induk ayam, jadi apa dia ya???”
“Jadi coverboy Mas… eh, maksud saya jadi pocong Mas… Artinya dipocong pakai kain kafan alias wafat…”
“Terus itu… yang korupsi uang rakyat, ratusan juta… bahkan milyaran Rupiah dan ketahuan, pada dipukuli sampai benjut nggak…?”
“Kayaknya nggak tuh Mas… mereka malah banyak yang bebas melenggang kangkung dan pergi pesiar…”
“Adil nggak???”
“?!?”
“Kalau mereka baca bismillah dulu, insya Allah tidak akan korupsi ya…?”
“Mungkin Mas…”
“Ok, kita bismillah dulu yuuuk…”
“Yuuuk…”
***
Bismillah mula-mula
Bismillah yang mengawali
Bismillah akan membuatmu bahagia
Dengan bismillah hati kan terjaga,
lalu keberkahan menaungi kita
**
Bismillah dan melangkah
Bismillah lalu bekerja
Bismillah di dalam hatiku tenang
karena semua hanyalah milik-Nya,
bahkan nafas adalah kemurahan-Nya
Bismillah Yaa Rahman Yaa Rahiim…
**
Terkadang hidup dalam sepi hati,
karena jiwa yang rindu ‘tuk kembali pada Allah
[Opick]
***
Sahabat-sahabatku, sungguh indah bila kita memulai segala sesuatu dengan bismillah… menyebut nama-Nya yang agung. Jika kita sendirian maka Dia ada di sisi kita. Jika kita di tengah keramaian, Dia pun bersama kita. Dialah yang akan mengiringi langkah kaki kita, dalam suka dan duka… menyertai di setiap hembusan nafas kita, dan insya Allah kita akan selalu dalam penjagaan-Nya.
Tidak ada duka dalam bismillah… Tidak ada kesedihan dalam bismillah… Tidak ada ratapan dalam bismillah… dan semua ‘kan terasa indah.
“Dengan menyebut Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…”
Hidup Ini indah
Minggu, 07 November 2010
Rabu, 03 November 2010
Nashat Imam Khomeini RA, untuk Seorang Muslim
Wahai sahabatku yang mengaku Muslim, dengarkan sabda Baginda Rasul berkenaan dengan seorang Muslim,
“Orang Muslim adalah dia yang Muslim lain terbebas dari gangguan tangan dan lidahnya.”
Mengapa kita—saya dan Anda—mengganggu, mengusik dan menyakiti orang yang derajatnya bawah kita, dengan berbagai cara?
Mengapa kita tidak pernah jera berbuat aniaya terhadap mereka, bahkan merampas hak mereka tanpa dasar?
Sampai-sampai, bila tangan kita sudah tidak dapat menjangkau mereka, kita melakukan gangguan terhadap mereka melalui lidah kita, dengan membongkar rahasia-rahasia dan menyingkap segala hal yang selama ini mereka sembunyikan, mengumpat di belakang mereka serta membuat tuduhan-tuduhan palsu terhadap mereka?
Semua ini berarti bahwa klaim keislaman kita—yang tidak pernah membuat saudara-saudara Muslim kita selamat dari gangguan tangan dan lidah kita—bertentangan dengan kenyataan hidup kita yang sebenarnya.
Keadaan batin kita bertentangan dengan kenyataan lahiriah kita. Dan ini membuktikan bahwa kita termasuk golongan orang munafik dan bermuka dua.
Wahai jiwa penulis lembaran-lembaran yang hina ini, yang berpura-pura seakan-akan berpikir tentang cara keluar dari hari-hari gelap serta keselamatan dari kesengsaraannya!
apabila kamu benar dan hatimu selaras dengan lidahmu, dan realitas batinmu cocok dengan penampilan lahiriahmu, maka mengapa engkau begitu lalai, hatimu begitu memburuk, dan nafsumu begitu kuat?
Mengapa engkau tidak berpikir tentang perjalanan kematian yang sangat penuh dengan resiko?
Usiamu telah berlalu cepat, tetapi engkau belum melepaskan nafsu dan keinginanmu.
Engkau telah menghabiskan hari-harimu untuk memuaskan hawa nafsu dalam kelalaian dan kesengsaraan.
Saat kematianmu terus mendekat, sementara engkau masih terjerat dalam perilaku burukmu dan terbiasa dalam perbuatan tak senonohmu.
Engkau adalah jiwamu, seorang pemberi nasihat yang tidak mengambil pelajaran dari nasihatnya sendiri.
Engkau termasuk kaum munâfiqûn dan bermuka dua. Jika engkau terus menerus dalam keadaan tersebut, maka engkau akan di kumpulkan dengan dua lidah api dan dua wajah dari api.
Oh Tuhan, sadarkan kami dari serangan tidur pulas yang berlarut-larut ini, sadarkan kami kembali dari keaddaan mabuk dan kelalaian ini.
Sinarilah hati kami dengan cahaya keimanan dan rahmatilah keadaan kami. Ulurkan tangan-Mu kepada kami, dan tolonglah kami supaya terlepas dari cakaran iblis dan hawa nafsu, demi hamba-hamba pilihan-Mu, Muhammad dan keluarganya yang suci, semoga shalawat Allah dilimpahkan atas mereka.
“Orang Muslim adalah dia yang Muslim lain terbebas dari gangguan tangan dan lidahnya.”
Mengapa kita—saya dan Anda—mengganggu, mengusik dan menyakiti orang yang derajatnya bawah kita, dengan berbagai cara?
Mengapa kita tidak pernah jera berbuat aniaya terhadap mereka, bahkan merampas hak mereka tanpa dasar?
Sampai-sampai, bila tangan kita sudah tidak dapat menjangkau mereka, kita melakukan gangguan terhadap mereka melalui lidah kita, dengan membongkar rahasia-rahasia dan menyingkap segala hal yang selama ini mereka sembunyikan, mengumpat di belakang mereka serta membuat tuduhan-tuduhan palsu terhadap mereka?
Semua ini berarti bahwa klaim keislaman kita—yang tidak pernah membuat saudara-saudara Muslim kita selamat dari gangguan tangan dan lidah kita—bertentangan dengan kenyataan hidup kita yang sebenarnya.
Keadaan batin kita bertentangan dengan kenyataan lahiriah kita. Dan ini membuktikan bahwa kita termasuk golongan orang munafik dan bermuka dua.
Wahai jiwa penulis lembaran-lembaran yang hina ini, yang berpura-pura seakan-akan berpikir tentang cara keluar dari hari-hari gelap serta keselamatan dari kesengsaraannya!
apabila kamu benar dan hatimu selaras dengan lidahmu, dan realitas batinmu cocok dengan penampilan lahiriahmu, maka mengapa engkau begitu lalai, hatimu begitu memburuk, dan nafsumu begitu kuat?
Mengapa engkau tidak berpikir tentang perjalanan kematian yang sangat penuh dengan resiko?
Usiamu telah berlalu cepat, tetapi engkau belum melepaskan nafsu dan keinginanmu.
Engkau telah menghabiskan hari-harimu untuk memuaskan hawa nafsu dalam kelalaian dan kesengsaraan.
Saat kematianmu terus mendekat, sementara engkau masih terjerat dalam perilaku burukmu dan terbiasa dalam perbuatan tak senonohmu.
Engkau adalah jiwamu, seorang pemberi nasihat yang tidak mengambil pelajaran dari nasihatnya sendiri.
Engkau termasuk kaum munâfiqûn dan bermuka dua. Jika engkau terus menerus dalam keadaan tersebut, maka engkau akan di kumpulkan dengan dua lidah api dan dua wajah dari api.
Oh Tuhan, sadarkan kami dari serangan tidur pulas yang berlarut-larut ini, sadarkan kami kembali dari keaddaan mabuk dan kelalaian ini.
Sinarilah hati kami dengan cahaya keimanan dan rahmatilah keadaan kami. Ulurkan tangan-Mu kepada kami, dan tolonglah kami supaya terlepas dari cakaran iblis dan hawa nafsu, demi hamba-hamba pilihan-Mu, Muhammad dan keluarganya yang suci, semoga shalawat Allah dilimpahkan atas mereka.
Senin, 01 November 2010
9 Cara Memperbaiki Mood Dalam 30 Menit
Bagi sebagian orang, suasana hati dengan mudah berubah, apa pun pemicunya. Jika berubah lebih baik, dari negatif menjadi positif, maka tak jadi soal. Bagaimana jika sebaliknya, suasana hati yang sedang baik berubah seketika dan merusak mood Anda.
http://2.bp.blogspot.com/_cCgnQW8rJes/S_zLK8yEv-I/AAAAAAAAAA4/unA3Uy4gvVE/s1600/calvin-bad-mood.gif
Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengatakan bahwa Anda tak perlu merasa egois saat sedang ingin membahagiakan diri sendiri. Penelitian menunjukkan, seseorang yang lebih bahagia memberikan manfaat baik bagi dirinya.
"Seseorang yang bahagia lebih mudah bergaul, disenangi banyak orang, sehat, dan produktif," katanya.
Saat Anda berusaha membangun kembali mood menjadi lebih baik, artinya Anda juga membantu orang lain lebih merasa bahagia.
1. Pompa energi dengan meningkatkan aktivitas
Meningkatkan level aktivitas bisa dilakukan kapan saja. Saat menerima telepon misalnya, jangan hanya duduk diam. Berdirilah atau lakukan jalan kecil. Jika ada tangga, mengapa harus menggunakan elevator? Manfaatkan fasilitas yang bisa membantu Anda memompa energi lebih kuat lagi. Atau, berjalanlah 10 menit di sela-sela waktu kerja Anda.
2. Berjalan kaki di alam terbuka
Sempatkan berjalan kaki di alam terbuka. Jangan mengurung diri di kamar atau ruangan saja. Penelitian menunjukkan, cahaya alami luar ruang menstimulasi otak yang bisa meningkatkan mood.
3. Berkomunikasi
Lakukan komunikasi dengan teman lama, melalui surat elektronik, atau apa pun fasilitas yang nyaman bagi Anda. Atau, jalinlah hubungan dengan teman baru. Membangun ikatan emosi dengan orang lain membuat suasana hati lebih positif. Anda tak hanya sedang memoles keramahan diri, tetapi juga membuat orang lain lebih ramah kepada Anda. Dengan menjalin komunikasi, Anda juga memperkuat emosi dan kehangatan persahabatan dengan orang lain. Hal ini akan membuat Anda lebih merasa bahagia.
4. Singkirkan pekerjaan yang menyebalkan
Sementara waktu, tinggalkan semua jadwal atau tugas yang hanya akan memperburuk mood. Misalnya, masalah seputar asuransi yang harus Anda selesaikan, membeli sejumlah kebutuhan yang memusingkan Anda, atau menjadwalkan ulang janji bertemu seseorang untuk urusan tak menyenangkan yang tidak terlalu penting. Meninggalkan sejumlah tugas tak menyenangkan sementara waktu akan memberikan kesenangan yang bisa memperbaiki mood Anda.
5. Lakukan pekerjaan yang berbeda dari biasanya
Ciptakan suasana baru di rumah. Saat bosan dengan rutinitas, ciptakan kegiatan baru yang jarang atau tak pernah Anda lakukan. Misalnya, jika biasanya pekerjaan berbenah dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pekerja rumah tangga, maka ambil alih sementara. Cukup 10 menit saja, lakukan pekerjaan asing yang jarang Anda lakukan.
6. Berbuat baiklah untuk orang lain
Saat teman meminta bantuan Anda dalam mencari informasi tertentu, segera ambil kesempatan ini. Perkenalkan ia dengan teman Anda yang bisa membantunya mendapatkan informasi tersebut. Melakukan sesuatu yang berguna membuat Anda lebih merasa positif.
7. Selamatkan hidup seseorang
Tak sulit menjadi pahlawan. Mendonorkan darah menjadi salah satu caranya. Santunan darah dari Anda bisa menyelamatkan orang lain. Melakukan sesuatu yang berharga akan membuat Anda merasa berharga.
8. Tunjukkan bahwa Anda bahagia dengan senyuman
Senyuman meningkatkan mood Anda. Selain itu, wajah yang dihiasi senyuman memberikan kesan bahwa Anda bersahabat dan mudah bergaul.
9. Mempelajari hal baru
Pilih subyek yang memancing rasa ingin tahu Anda. Manfaatkan waktu 15 menit saja untuk mencari informasi di internet dan nikmati waktu untuk membaca. Atau pergilah ke toko buku, belilah buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Pilih topik yang Anda sukai dan menyenangkan, bukan topik yang Anda butuhkan atau harus Anda ketahui.(kompas.com)
http://2.bp.blogspot.com/_cCgnQW8rJes/S_zLK8yEv-I/AAAAAAAAAA4/unA3Uy4gvVE/s1600/calvin-bad-mood.gif
Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengatakan bahwa Anda tak perlu merasa egois saat sedang ingin membahagiakan diri sendiri. Penelitian menunjukkan, seseorang yang lebih bahagia memberikan manfaat baik bagi dirinya.
"Seseorang yang bahagia lebih mudah bergaul, disenangi banyak orang, sehat, dan produktif," katanya.
Saat Anda berusaha membangun kembali mood menjadi lebih baik, artinya Anda juga membantu orang lain lebih merasa bahagia.
1. Pompa energi dengan meningkatkan aktivitas
Meningkatkan level aktivitas bisa dilakukan kapan saja. Saat menerima telepon misalnya, jangan hanya duduk diam. Berdirilah atau lakukan jalan kecil. Jika ada tangga, mengapa harus menggunakan elevator? Manfaatkan fasilitas yang bisa membantu Anda memompa energi lebih kuat lagi. Atau, berjalanlah 10 menit di sela-sela waktu kerja Anda.
2. Berjalan kaki di alam terbuka
Sempatkan berjalan kaki di alam terbuka. Jangan mengurung diri di kamar atau ruangan saja. Penelitian menunjukkan, cahaya alami luar ruang menstimulasi otak yang bisa meningkatkan mood.
3. Berkomunikasi
Lakukan komunikasi dengan teman lama, melalui surat elektronik, atau apa pun fasilitas yang nyaman bagi Anda. Atau, jalinlah hubungan dengan teman baru. Membangun ikatan emosi dengan orang lain membuat suasana hati lebih positif. Anda tak hanya sedang memoles keramahan diri, tetapi juga membuat orang lain lebih ramah kepada Anda. Dengan menjalin komunikasi, Anda juga memperkuat emosi dan kehangatan persahabatan dengan orang lain. Hal ini akan membuat Anda lebih merasa bahagia.
4. Singkirkan pekerjaan yang menyebalkan
Sementara waktu, tinggalkan semua jadwal atau tugas yang hanya akan memperburuk mood. Misalnya, masalah seputar asuransi yang harus Anda selesaikan, membeli sejumlah kebutuhan yang memusingkan Anda, atau menjadwalkan ulang janji bertemu seseorang untuk urusan tak menyenangkan yang tidak terlalu penting. Meninggalkan sejumlah tugas tak menyenangkan sementara waktu akan memberikan kesenangan yang bisa memperbaiki mood Anda.
5. Lakukan pekerjaan yang berbeda dari biasanya
Ciptakan suasana baru di rumah. Saat bosan dengan rutinitas, ciptakan kegiatan baru yang jarang atau tak pernah Anda lakukan. Misalnya, jika biasanya pekerjaan berbenah dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pekerja rumah tangga, maka ambil alih sementara. Cukup 10 menit saja, lakukan pekerjaan asing yang jarang Anda lakukan.
6. Berbuat baiklah untuk orang lain
Saat teman meminta bantuan Anda dalam mencari informasi tertentu, segera ambil kesempatan ini. Perkenalkan ia dengan teman Anda yang bisa membantunya mendapatkan informasi tersebut. Melakukan sesuatu yang berguna membuat Anda lebih merasa positif.
7. Selamatkan hidup seseorang
Tak sulit menjadi pahlawan. Mendonorkan darah menjadi salah satu caranya. Santunan darah dari Anda bisa menyelamatkan orang lain. Melakukan sesuatu yang berharga akan membuat Anda merasa berharga.
8. Tunjukkan bahwa Anda bahagia dengan senyuman
Senyuman meningkatkan mood Anda. Selain itu, wajah yang dihiasi senyuman memberikan kesan bahwa Anda bersahabat dan mudah bergaul.
9. Mempelajari hal baru
Pilih subyek yang memancing rasa ingin tahu Anda. Manfaatkan waktu 15 menit saja untuk mencari informasi di internet dan nikmati waktu untuk membaca. Atau pergilah ke toko buku, belilah buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Pilih topik yang Anda sukai dan menyenangkan, bukan topik yang Anda butuhkan atau harus Anda ketahui.(kompas.com)
Minggu, 31 Oktober 2010
Bersyukur dengan Nikmat Allah
Dalam keseharain tanpa kita sadari, sering terbesit dalam pikiran kita merasa kurang puas dengan keadaan kita saat ini, mungkin kita merasa kecewa karena apa yang kita harapkan belum sesuai dengan kenyataan yang kita terima. Kadang kala ketidakpuasan kita dengan keadaan dan kehidupan kita sekarang seringkali menjadikan kita merasa kurang bergairah dan tidak bersemangat, lesu dalam bekerja dan berkatifitas, bahkan yang paling parah bila kita mengingkari rahmat kasih sayang Allah SWT dan berburuk sangka pada-Nya. Sungguh kita termasuk orang-orang yang tidak pandai bersyukur.
Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya.
Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah:
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.
Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.”
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS Aldhuha [93]: 11).
http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/28/tiga-cara-bersyukur-bagikan/
Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya.
Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah:
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.
Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.”
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS Aldhuha [93]: 11).
http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/28/tiga-cara-bersyukur-bagikan/
Kamis, 28 Oktober 2010
Hidup itu Indah
Tak akan ada yang tahu siapa diri kita sesungguhnya, kecuali itu akan ditunjukkan oleh perbuatan, ucapan serta kebiasaan kita sendiri. Sahabat yang dipilih akan menyatakan siapa diri kita, begitu juga buku-buku yang dibaca, situs yang dibuka, tayangan yang ditonton, gaya berjalan, pakaian yang dikenakan dan segala bentuk pilihan lainnya dalam hidup ini itulah sesungguhnya diri kita.
Jadilah diri yang memiliki kepribadian menarik untuk menujukkan jati diri anda yang sesungguhnya di mata manusia dan di mata Tuhan.
Jadilah diri yang memiliki kepribadian menarik untuk menujukkan jati diri anda yang sesungguhnya di mata manusia dan di mata Tuhan.
Putus cinta, Bunuh diri
Siswanto (27), warga Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun serangga jenis apotas, Rabu (27/10) sekitar pukul 15.00, ’’Korban tewas bunuh diri dengan menenggak racun serangga. Penyebabnya, kemungkinan besar karena diputus cinta oleh kekasihnya,’’ kata Kades Tambirejo YR Puspitanianto, Kamis (28/10).
Warga menemukan pemuda itu tewas di teras rumah kekasihnya, Lilik Mulyani (20), warga Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh. Saat ditemukan, mulut korban mengeluarkan buih. Di dekat tubuh korban, ditemukan botol air mineral plastik bau racun serangga jenis apotas.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Suara Merdeka, peristiwa itu bermula ketika korban berpamitan kepada keluarganya akan pergi ke rumah Lilik. Korban meminjam motor milik adiknya menuju ke rumah Lilik.
Sesampai di rumah Lilik, korban tidak menemukan sang pacar. Sebab, dia berada di rumah kerabat. Diduga karena kalut tidak menemui korban, akhirnya Siswanto meminum racun serangga yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Polisi lalu membawa jenazah korban ke puskesmas setempat untuk diperiksa. Tim Muspika beserta petugas puskesmas menyimpulkan korban meninggal karena keracunan obat serangga. (K11-71)
Warga menemukan pemuda itu tewas di teras rumah kekasihnya, Lilik Mulyani (20), warga Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh. Saat ditemukan, mulut korban mengeluarkan buih. Di dekat tubuh korban, ditemukan botol air mineral plastik bau racun serangga jenis apotas.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Suara Merdeka, peristiwa itu bermula ketika korban berpamitan kepada keluarganya akan pergi ke rumah Lilik. Korban meminjam motor milik adiknya menuju ke rumah Lilik.
Sesampai di rumah Lilik, korban tidak menemukan sang pacar. Sebab, dia berada di rumah kerabat. Diduga karena kalut tidak menemui korban, akhirnya Siswanto meminum racun serangga yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Polisi lalu membawa jenazah korban ke puskesmas setempat untuk diperiksa. Tim Muspika beserta petugas puskesmas menyimpulkan korban meninggal karena keracunan obat serangga. (K11-71)
Senin, 25 Oktober 2010
Tips Agar Hidup Terasa Indah
10 HAL UNTUK HIDUP INDAH
Bersyukur
Tak ada yang lebih indah daripada kata hidup. Berterima kasihlah bahwa
Allah telah memberikan hidup pada kita. Karena hidup kita bisa menikmati
seluruh alam yang indah tak terperikan ini. Mari jadikan hidup penuh
syukur.
Cinta
Hiduplah dengan cinta. Eit, tunggu dulu, jangan terlalu sempit
berpikirnya. Bukan cinta dalam arti memadu asmara lho. Mencintai hidup,
mencintai sesama dan seluruh alam semesta akan membuat hidup kita terasa
lebih hangat dan indah luar biasa. Nggak percaya? Coba deh.
Respect
Memberi dan menerima, sudah menjadi hal yang semestinya kita lakukan
dalam
kehidupan. Salah satunya adalah memberikan rasa hormat kita pada orang
lain. Anggaplah orang lain sama pentingnya dengan dirimu. Membuat orang
senang itu menyenangkan, let's get do it.
Bahagia
Kata orang bahagia itu relatif sekali, tapi punya tanda minimal, yakni
senyum. Orang yang berbahagia, selalu menunjukkan senyumnya yang paling
manis. Gimana kalau mulai sekarang kita membuat hidup lebih bahagia
dengan
senyum ceria. Bukankah senyum pada saudara adalah ibadah.
Forgivenees
Banyak orang yang stres, gara-gara ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri
dan orang lain. Hidupnya penuh dengan kemarahan, yang akhirnya membuat
ia
tertekan. Padahal jadi seorang pemaaf lebih menyenangkan.
Berbagi
Salah satu cara membuat hidup itu tidak sepi adalah dengan berbagi.
Berbagi apa saja, curhat sama teman, berbagi kasih sayang dengan anak
yatim atau yang lainnya. Manusia punya dua kebutuhan yang sangat
mendasar.
Di satu sisi ia senang menerima, tapi di tempat lain, entah di mana, ia
pasti butuh memberi.
Kejujuran
Hidup tanpa kejujuran seperti seorang pelayan yang selalu menambal jala
sebelum terjun kelautan. Jujur mampu membuat hidup kita lebih ringan,
tak
ada beban untuk menutupi kebohongan yang kita lakukan.
Ketulusan
Jika kejujuran membuat hidup kita lebih ringan, ketulusan membuat hidup
kita lebih mantap. Tak ada perbuatan yang sukses jika tidak dikerjakan
dengan ketulusan.
Kepekaan
Satu keajaiban yang diberikan Allah pada kita adalah hati. Dengan hati
manusia bisa merasakan sedih dan senang, dengan hati manusia bisa
memilih
kebenaran. Sekarang tinggal bagaimana kita menjaga, hati kita tetap
peka.
Pada kebenaran, pada kemanusiaan dan kebaikan.
Kedamaian
Jika semua resep bisa kita lakukan, anugerah paling sempurna dalam hidup
ini akan kita terima. Anugerah itu adalah kedamaian. Damai adalah sebuah
hal yang sangat mahal, tak jarang untuk meriah kedamaian manusia mesti
berperang. Jika kita sudah memilikinya, mari kita jaga.
http://forum.kafegaul.com/archive/index.php/t-8114.html
Bersyukur
Tak ada yang lebih indah daripada kata hidup. Berterima kasihlah bahwa
Allah telah memberikan hidup pada kita. Karena hidup kita bisa menikmati
seluruh alam yang indah tak terperikan ini. Mari jadikan hidup penuh
syukur.
Cinta
Hiduplah dengan cinta. Eit, tunggu dulu, jangan terlalu sempit
berpikirnya. Bukan cinta dalam arti memadu asmara lho. Mencintai hidup,
mencintai sesama dan seluruh alam semesta akan membuat hidup kita terasa
lebih hangat dan indah luar biasa. Nggak percaya? Coba deh.
Respect
Memberi dan menerima, sudah menjadi hal yang semestinya kita lakukan
dalam
kehidupan. Salah satunya adalah memberikan rasa hormat kita pada orang
lain. Anggaplah orang lain sama pentingnya dengan dirimu. Membuat orang
senang itu menyenangkan, let's get do it.
Bahagia
Kata orang bahagia itu relatif sekali, tapi punya tanda minimal, yakni
senyum. Orang yang berbahagia, selalu menunjukkan senyumnya yang paling
manis. Gimana kalau mulai sekarang kita membuat hidup lebih bahagia
dengan
senyum ceria. Bukankah senyum pada saudara adalah ibadah.
Forgivenees
Banyak orang yang stres, gara-gara ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri
dan orang lain. Hidupnya penuh dengan kemarahan, yang akhirnya membuat
ia
tertekan. Padahal jadi seorang pemaaf lebih menyenangkan.
Berbagi
Salah satu cara membuat hidup itu tidak sepi adalah dengan berbagi.
Berbagi apa saja, curhat sama teman, berbagi kasih sayang dengan anak
yatim atau yang lainnya. Manusia punya dua kebutuhan yang sangat
mendasar.
Di satu sisi ia senang menerima, tapi di tempat lain, entah di mana, ia
pasti butuh memberi.
Kejujuran
Hidup tanpa kejujuran seperti seorang pelayan yang selalu menambal jala
sebelum terjun kelautan. Jujur mampu membuat hidup kita lebih ringan,
tak
ada beban untuk menutupi kebohongan yang kita lakukan.
Ketulusan
Jika kejujuran membuat hidup kita lebih ringan, ketulusan membuat hidup
kita lebih mantap. Tak ada perbuatan yang sukses jika tidak dikerjakan
dengan ketulusan.
Kepekaan
Satu keajaiban yang diberikan Allah pada kita adalah hati. Dengan hati
manusia bisa merasakan sedih dan senang, dengan hati manusia bisa
memilih
kebenaran. Sekarang tinggal bagaimana kita menjaga, hati kita tetap
peka.
Pada kebenaran, pada kemanusiaan dan kebaikan.
Kedamaian
Jika semua resep bisa kita lakukan, anugerah paling sempurna dalam hidup
ini akan kita terima. Anugerah itu adalah kedamaian. Damai adalah sebuah
hal yang sangat mahal, tak jarang untuk meriah kedamaian manusia mesti
berperang. Jika kita sudah memilikinya, mari kita jaga.
http://forum.kafegaul.com/archive/index.php/t-8114.html
Langganan:
Komentar (Atom)